Hidroponik

Wednesday, April 23, 2014

Workshop “Komposisi Gerak dan Pembuatan Koreografi dalam Pertunjukan Silat”

   

Menuju Pencak Malioboro Festival III -2014 
workshop pmf iii
Salah satu  bagian dari pesta besar ,silaturahmi  tahunan para pesilat, Pencak Malioboro Festival III (PMF III) di tahun 2014,  adalah lomba “Festival Komposisi Gerak Pencak (SILAT PERFORMANCE)”, di kompleks Eks Pasar Ngasem, 30-31 Mei 2014. Sebuah program acara yang mendapat dukungan penuh dari Kanjeng Sinuhun Sri Sultan Hamengkubuwono X, yang dimanifestasikan dengan pemberian trophy penampilan terbaik atas nama beliau.
Sesuai dengan nafas PMF III, dimana  sebagai pesilat, bukan hanya piawai dalam hal jurus, tetapi juga bisa menunjukan keindahan silat sebagai warisan leluhur, dalam bentuk komposisi dan koreografi pencak silat. Untuk itu Paseduluran Angkringan Silat (PAS) dan Tangtungan Project mempersembahkan workshop pembuatan koreografi dan komposisi pencak, di Ruang Utama (Lt2) Balaikota Timoho, Yogyakarta, Minggu (13/4/2014).  Diikuti oleh 56 peserta dari 27 Perguruan Silat (PS) di DIY dan Jateng seperti Tapak Suci, Perisai Diri, Merpati Putih, Persinas Asad, Perpi Harimurti,Kerisnamurti Mataram, Setia Hati Teratai, Setia Hati Winongo, Pagar Nusa, Reti Ati, PSTD, KPSN, Krida Yudha Sinalika, Maenpo Cikalong, THS, Margaluyu Yogyakarta dan sebagainya. Bertindak selaku narasumber adalah Pesilat Whanny Dharmawan dari Budaya Indonesia Mataram (BIMA), yang juga seorang seniman teater dan tari kawakan dan ternama.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas pesilat. khususnya dalam hal komposisi dan koreografi gerak pencak sebagai seni. Seperti diketahui pencak silat mengandung beberapa aspek di antaranya self defense (beladiri),filosofi, seni budaya dan sport (olahraga prestasi),” ujar Whanny Darmawan.
Bagi para peserta sendiri, workshop yang berlangsung seru dalam suasana kekeluargaan ini memberikan benyak manfaat dan ilmu yang luar biasa. Selanjutnya, saat ini sampai 5 Mei 2014 telah dibuka untuk umum pendaftaran lomba (dibatasi hanya 30 peserta) “Festival Komposisi Gerak Pencak (SILAT PERFORMANCE)”.  Dalam perlombaan ini peserta harus mewujudkan karya komposisi jurus-jurus pencak silat dan peragaan aplikasi jurus pencak silat yang diciptakan dalam satu paket pertunjukan yang menarik. Sebuah lomba memperebutkan satu penghargaan dari Sri Sultan HB X sebagai Penampilan Tim Terbaik, satu dari sponsor sebagai  Penampilan Tata gerak dan harmonisasi pencak terbaik, satu penghargaan dari sponsor sebagai  Penampilan keserasian tata kostum terbaik.
Perlombaan ini dapat diikuti oleh perguruan silat manapun, tanpa ada batasan usia dan gender. Satu tim paling banyak diikuti oleh sepuluh orang (di luar pengiring). Andaikata sebuah perguruan Silat sudah membentuk Tim kemudian ingin membentuk sebuah Tim Baru maka tim yang baru harus mengajak anggota dari perguruan silat lain. Karena kita menjunjung tinggi perbedaan, maka penilaian difokuskan pada komposisi gerak, Keindahan Tata Gerak Pencak,  Harmonisasi Gerak,   Kostum,  Keselarasan Musik. Bukan Jurus atau Ciri Khas Peguruan atau Aliran yg bukan dikuasai oleh JURI.
Karena perlombaan ini berkonsep pertunjukan, maka diperlukan iringan musik yang memadai. Peserta diharap untuk membawa musik sendiri / rekaman dengan diharapkan mengarah ke musik tradisional walaupun boleh juga menggunakan musik modern. Sedangkan untuk kostum, disarankan peserta berpijak pada tradisi masing-masing daerah yang akan diangkat / pakaian pencak silat beserta aksesoris yang sesuai dengan keperluan pertunjukan. ( kostum modern tidak diperbolehkan, misalnya kaos, memakai celana jeans dll ). Peserta dapat memperagakan komposisi gerakan tangan kosong atau menggunakan senjata khas pencak silat/tradisional (senjata modern tidak diperbolehkan, misal: pistol, nunchaku, dll). Durasi Pertunjukan dibatasi  5-7 menit, setelah itu tidak dinilai. Tetapi Juri memberikan kesempatan apabila gerak komposisi belum selesai peserta diberi kesempatan sampai menit ke-10. Apabila setelah 10 menit belum berhenti pihak panitia akan menghentikan langsung.


http://tangtungan.com/workshop-komposisi-gerak-dan-pembuatan-koreografi-dalam-pertunjukan-silat/

Mengatasi Rasa Takut Dalam Pertarungan / Menghadapai Lawan

Sering orang bertanya "Bagaimana menghadapi rasa takut ketika menghadapi lawan atau bagaimana agar tidak down ketika menghadapi lawan ?”
Berikut ini saya mencoba memberikan Tips "Mengatasi Rasa Takut Dalam Pertarungan / Menghadapai Lawan"
Didalam beladiri, Pertarungan adalah sebuah moment yang pasti akan dihadapi oleh setiap anggota/praktisinya, tentunya bagi mereka yang telah memenuhi syarat untuk melakukannya. Setidaknya mereka sudah berlatih selama 1 tahun sebelum anda menginjak ke dalam sesi pertarungan ini. Mendapat lawan sebanding atau setara dengan kita baik dalam tinggi, berat badan dan pengalaman bertarung, tidak membuat kita gentar untuk melakukan perlawanan. Mental kita akan teruji jika kita sanggup melawan seseorang yang tidak sebanding dengan kita, secara fisik (tinggi dan berat badan) dan factor pengalaman ada diatas kita.
Apa yang akan kita lakukan jika berhadapan dengan lawan seperti itu?
Ada beberapa tips yang dapat dipakai sebagai patokan bagi kita untuk mengatasi rasa takut kita.
1.    Berlatih dan Berpikir Positif
Berlatihlah dengan sungguh-sungguh, mengulang sendiri semua gerakan yang telah kita dapat di tempat latihan. Setiap kali kita menunjukan kemajuan disetiap gerakan (baik pukulan dan tendangan) akan menambah rasa percara diri dalam diri kita. Selain kemajuan dalam gerakan, kemajuan dalam bentuk latihan fisik seperti push-up, sit-up, chin-up dan kegiatan fisik lainnya juga akan meningkatkan rasa percaya diri pada diri kita.
Berpikirlah positif jika kita sedang merasa takut, jangan membuat diri kita berpikir yang tidak perlu atau berpikir negative seperti mengeluarkan statement :
-       Wah besar sekali lawan saya, kalau kena tonjok sekali bisa mental,
-       Wah dia sudah punya pengalaman bertanding ditingkat dunia, pasti saya kalah
-       Saya nggak mungkin mengalahkan dia, kakinya aja segede Gajah. Sekali tending bisa putus kakiku.
Gantilah statement tersebut menjadi seperti berikut
-       Wah saya dapat kesempatan emas bisa ketemu lawan se-kaliber dia, saya akan tunjukin kemampuan saya kepada dia.
-       Badan gede belum tentu bisa push-up sebanyak saya atau split seperti saya. Coba rasakan tendangan dan pukulan saya nanti.
-       Belum tentu kaki segede itu punya tulang kering sekeras saya.

2.    Bertarung dengan Pelatih
Sebisa mungkin, mintalah kesempatan untuk melakukan latihan pertarungan dengan pelatih anda. Sebagai Pelatih akan memberikan petunjuk bagi kita yang sedang belajar. Dengan begitu, kita tidak perlu takut jika seorang pelatih akan menghajar kita sampai babak belur.
Seorang pelatih dapat dipastikan memiliki pengalaman bertarung jauh diatas Anda, apalagi jika pelatih yang melatih anda pernah mendapatkan prestasi dalam event turnamen atau kejuaraan beladiri. Banyak petunjuk yang dapat kita dapatkan dari seorang pelatih.
3.    Mengikuti Turnamen
Jika anda sudah mencapai tingkatan yang cukup untuk melakukan pertarungan, luangkan waktu anda untuk mengikuti turnamen. Ikutilah turnamen tingkat daerah terlebih dahulu atau turnamen antar kelompok latihan jika memang ada.
Dalam turnamen pertama anda ini, anda tidak perlu mentarget untuk menjadi juara, anda hanya perlu mengatasi rasa takut anda di babak pertama. Mengapa?
Pada suatu kejuaraan kita tidak hanya di saksikan oleh rekan sesama anggota kelompok latihan, melainkan kita disaksikan oleh penonton umum yang datang khusus untuk menyaksikan anda berlaga di arena. Animo penonton inilah yang dapat membuat anda menjadi semangat atau sebaliknya membuat anda menjadi semakin takut. Jika anda berhasil menaklukan rasa takut Anda di babak pertama (apapun itu hasilnya), anda akan menjadi semakin PD (Percaya Diri) dari sebelumnya. Jika gagal, lakukan review atas kegagalan anda dalam mengatasi rasa takut dan lihat tips pertama.
Mengatasi rasa takut bukanlah hal yang mudah, butuh proses yang lama dan perlu niat yang bulat untuk melawan rasa takut anda. Beberapa tips diatas dapat anda gunakan untuk mengatasi rasa takut, selebihnya tergantung pada anda sendiri. Semoga beberapa tips diatas dapat membantu anda mengatasi rasa takut anda dalam bertarung
Via Grup Forum Silat Tradisional Indonesia pada 2 April at 19:30

Editor : Dolly Maylissa

Wednesday, April 16, 2014

PENCAK SILAT PRESTASI, HANYA SALAH SATU JALAN MENGENAL PENCAK SILAT YANG SESUNGGUHNYA

Pencak silat prestasi, itulah sebutan bagi pencak silat yang dipertandingkan di gelanggang. Pencak silat prestasi dikemas dengan tujuan memenuhi aspek olahraga dan untuk lebih mengenalkan pencak silat kepada masyarakat, mengenalkan pencak silat secara keseluruhan.

Saya belajar pencak silat tradisional sejak tahun 2003, dari awal belajar saya tidak berminat mengikuti pencak silat prestasi tapi saya tidak alergi terhadap pencak silat prestasi. Saya juga beberapa kali menonton pertandingan silat, bukan bertujuan untuk mempelajari tekninya saja, tapi menikmatii dan memahami bagaimana teknik pencak silat tradisional bisa dikemas sebagai olahraga yang bisa dilakukan siapapun dengan umur berapapun serta menjadi hiburan yang menarik.

Sekitar tahun 2006 saya mulai mencari informasi silat melalui internet, kenapa internet? karena disanalah jarak bisa diperpendek sampai sejangkauan tangan. Di internet saya menemukan macam-macam karakter pesilat, dari guru yang serba tau tapi rendah hati, bahkan menemukan juga guru yang bersikap sebaliknya, ada juga yang mengaku-ngaku bisa pencak silat dan mahir tanpa ada yang mengajari, ada juga pesilat muda yang baru belajar 3 bulan atau baru sekali menang pertandingan bahkan sampai ada yang sudah menang dibanyak pertandingan tapi sombongnya luar biasa. Yah itulah dunia maya, kadang memperlihatkan sesuatu yang didunia nyata tak terlihat.

Sekitar tahun 2007-2008, Facebook mulai populer, penggunanya meningkat tiap harinya. Apa hubungannya dengan silat? Hubungannya adalah banyak pesilat yang mempunyai akun FB dengan tujuan yang bermacam-macam, mulai dari cari teman sesama pesilat, cari ilmu, cari musuh, sampai cuma cari gara-gara. Di facebook pun lebih terlihat apa yang ada di pikiran para pesilat, terutama pesilat muda yang sepertinya salah jalan. Kenapa saya sebut salah jalan? Karena mereka menganggap pencak silat prestasi berada diatas silat tradisional. Entah ini saya yang salah paham, atau memang saya yang tidak paham. 


Saya sering mengobrol dengan beberapa orang pelatih, pemikiran mereka terbuka soal pencak silat prestasi dan pencak silat tradisional tapi entah itu pemikiran dari awal mereka belajar pencak silat atau karena sudah lama belajar silat. yang pasti saya merasa kasian sama pesilat yang menganggap kalau pencak silat prestasi itu segalanya, pencak silat prestasi kan ada batas umurnya dan tidak semua bisa jadi pelatih.


Beberapa tahun lalu saya pernah di tandai pada sebuah video mengenai pembuatan jurus tunggal oleh beberapa guru silat tradisional, jika pesilat jeli pasti bisa melihat karakter berbagai macam silat di jurus tunggal. Disitu dengan jelas kalau yang ada di video itu guru-guru silat dari berbagai aliran, apa perlu hal itu ditunjukkan kepada pesilat-pesilat muda penggila silat prestasi bahwa apa yang mereka pelajari apa yang mereka pertandingkan adalah hasil karya guru-guru silat tradisional?


Tendangan, pukulan, teknik bantingan, cara melangkah gerak badan, sasaran serang, semuanya serba terbatas dalam pencak silat prestasi. Ya memang disengaja seperti itu karena silat prestasi hanya salah satu jalan mengenalkan pencak silat yang sesungguhnya, pencak silat tradisional. Seorang pesilat harusnya bisa melihat keadaan yang berbeda di dalam dan diluar gelanggang, jika teknik terbatas buat apa terdapat berbagai perguruan? Jika teknik terbatas maka dimanakan ke3 aspek lainnya dalam pencak silat? Jika teknik terbatas maka mengapa banyak orang luar negeri yang tertarik belajar pencak silat?


Jawabnya hanya satu, Pencak silat prestari hanya secuil dari silat tradisional, hanya salah satu jalan mengenalkan masyarakat pada pencak silat tradisional.


Saya tidak menyalahkan orang yang mengabdikan diri dijalan pencak silat prestasi, tapi saya menyalahkan pemikiran orang yang mengagung-agungkan pencak silat prestasi.

Wednesday, October 23, 2013

Pandangan Seorang Ayah

Bermandi peluh dan air mata ia menggendong bayi mungil
Sangat berhati-hati seperti memegang berlian terindah di dunia
Menciumnya lalu membisikkan adzan di telinga si bayi mungil

Singkat saja doanya, semoga bayi ditangannya selalu seperti permata dihatinya
Bersinar, berharga dan menarik
Bergairah, berambisi dan rendah hati
Semoga kau bayi kecil tetap seperti ini ketika dalam rangkulan tangannya, manja, tersenyum dan hangat

Waktu berlalu terus menjauh
Begitu juga bayi kecil itu telah tumbuh
Cantik dan penuh keingin tahuan
Senangnya hati pria itu
Makin cinta dan perhatian pada si gadis kecil

Waktu terus berlari
Sedih mulai terpancar diwajahnya
Saat ini sulit merangkul permata hatinya
Sedih tapi tetap saja ada rasa bahagia dihatinya

Kini sang gadis telah menjadi remaja yang begitu cemerlang
Tapi tetap saja pandangan ayahnya ia seperti bayi mungil di tangannya dulu

Ah andai saja remaja itu tau bahwa ayahnya menangis ketika bekerja dan berjauhan denganmu
Parasnya berubah tua dan penuh kekhawatiran
Tapi hatinya makin penuh kasih sayang kepadamu

Terima kasih untuk papaku tercinta

Thursday, July 18, 2013

Rintihan Subuh

Dalam jejaknya menunggu pagi
Terdengar sayup sayup sebuah bahasa
Bahasa kerinduan akan cinta dan kedamaian hati
Merintih ia kala subuh tiba

Tuhan, engkau maha pencipta
Engkau maha kuasa
Apa yang kau inginkan apapun bisa berubah
Engkau bolak balikkan hati dan sikap seseorang
Aku percaya apa yang terjadi atas kehendakmu
Suka tidak suka harus aku terima karena aku hambamu

Lirih dan dalam pujian kepada Nya

Cinta aku merindukan rasanya
Merindukan ketenangan dan kebahagiaannya
Merindukan keegoisannya dan kesabarannya

Diam dalam sekejap

Tuhan, apakah aku jatuh cinta karena Mu?
Apa aku bersikap manis karena kecintaanku padamu?
Beri aku jawaban dan jalan yang pasti.

Mata memandang jauh ke atas, menatap bintang dan langit yang mulai menampakkan cahayanya.

Ya Allah ya Tuhanku, tiada lagi selain engkau
Yang maha pemilik cinta
Engkau berikan cinta setitik pada hati manusia
Tapi engkau bebaskan manusia mentukan pada siapa cinta itu ditujukan
Aku hanya memohon kepadamu
Jangan belokkan hatiku pada manusia yang salah
Jangan singgahkan kakiku pada nasib buruk
Jangan jauhkan hatiku dari kebaikan
Dan jangan buat diriku bersikap mencintai dunia.

Fajar telah datang menggantikan subuh
Rintihan subuh sudah terlanjur terucap
Yang selanjutnya menjadi doa ketika hati dilanda kerinduan

Thursday, July 11, 2013

Loyalitas dalam Dunia Silat

Loyalitas, kita banyak mendengar kata itu jika sedang membicarakan hubungan antar pegawai dan perusahaan, tapi apa itu loyalitas?

Loyalitas bisa dikatakan kepatuhan dan kesetiaan. Kepatuhan seperti apa dan kesetiaan seperti apa yang dimaksud?

Em, apa ada loyalitas dalam dunia "SILAT"?

Seorang guru dalam dunia silat bukan hanya seorang guru, tapi juga orang tua dan teman untuk berbagi. Seorang guru bukan hanya mengajarkan gerak silat tapi juga mengajarkan mengenai sikap dan cara pandang dalam hidup. Seorang guru akan sangat menjaga apa yang ia dapat dulu dari gurunya, menjaga tata tertib dan adatnya. Itulah loyalitas seorang guru kepada guru dan keilmuannya.

Tau kah anda banyak guru silat tradisional yang sangat sayang kepada muridnya, rela membantu mereka ketika ditimpa kesulitan dan mampu menjadi tempat mencari solusi. Itulah bentuk loyalitas pada sikap gurunya dulu yang juga memperlakukannya seperti itu.

Begitu banyak curahan perhatian dan waktu untuk murid dari sang guru, tapi apakah sang murid sadar bahwa guru juga mengeluarkan banyak materil atau uang untuknya? Mungkin jika kita sebagai murid tak sadar ketika kita datang mengganggu waktu istirahatnya yang harusnya bisa digunakan guna memulihkan badannya agar esok hari bisa bekerja dengan baik, tapi guru hanya tersenyum ketika melatih kita, walau kita banyak salah mereka terus mengajarkan dengan tekun, ketika kita lelah setelah berlatih kadang sang guru yg menyuguhi kita minum dan mungkin singkong rebus yang bisa jadi itu adalah makanan terakhir untuk sarapan besok pagi, kita sebagai murid kadang tak sadar kita menggunakan materil yg dimiliki sang guru.

Lantas apa bentuk loyalitas murid kepada gurunya?

Dalam cerita-cerita silat, kedudukan seorang guru silat bisa jadi seperti seorang raja, apa perintahnya ya harus dijalankan, bahkan murid tidak boleh membantahnya, apakah itu benar pada kenyataannya?

Sebenarnya yang terjadi adalah kisah seorang murid yang sangat menghormati gurunya, dianggapnya seperti orang tua sendiri. Banyak murid yang tanpa sadar telah mengabdikan hidupnya untuk sang guru bahkan membantu mencari nafkah. Mungkin itulah bentuk loyalitas pada guru dari seorang murid.

Dalam kisah kisah masa lalu, biasanya muridnya tinggal bersama gurunya ketika menuntut ilmu dan membantu pekerjaan gurunya ketika tidak berlatih, bahkan mungkin akhirnya ada yang berakhir menjadi mantu atau anak angkat. Apakah ini masih ada dalam masa sekarang ini?

Masa sekarang ini orang selalu menilai sebuah nilai dengan mata uang, jika hendak berlatih yang ditanyakan adalah berapa jumlah nilai mata uang yg harus dikeluarkan, sebenarnya itu tidak masalah tapi kadang ada saja orang yang menganggap bahwa ilmu silat itu jika sudah dapat dibeli dengan uang maka itu menyalahi aturan atau kebiasaan, padahal saya rasa hal itu sah saja, karena kita tak seperti orang dulu yang mengabdikan diri kepada guru sepenuhnya, tapi hal itu menjadi tidak wajar bila menganggap nilai mata uang yang ditakar adalah suatu hal yang menyebabkan muncul pemikiran dan  sikap bahwa ilmu silat itu mudah dibeli dan seorang guru adalah orang yang mudah dibeli.

Sebagai bentuk loyalitas seorang murid kepada gurunya bisa jadi dengan memberikan sejumlah uang baik diminta ataupun tidak kepada sang guru sebagai ganti tenaga dan waktu sang guru yang tak bisa kita bayar dengan tenaga dan waktu kita sendiri.

Lantas apa lagi bentuk loyalitas murid pada gurunya? Saya merasa dan mengamati, pantasnya seorang murid juga punya bentuk loyalitas pada keilmuan dan adab sang guru serta pada perguruan tempat ia berlatih, maksudnya seorang murid harus menjaga ke aslian ilmu yang diberikan gurunya jika diberikan ijin oleh sang guru untuk mengembangkan maka bukan berarti merubahnya tetapi mengembangkan keilmuan dengan menjaga aslinya dan memadupadankan pada keilmuan lain, bentuk loyalitas pada perguruan bisa jadi sebuat pemikiran guna perkembangan dan kemajuan perguruan, atau juga waktu dan tenaga untuk mengurus kegiatan di perguruan, bahkan bisa juga berupa materil guna menutupi biaya kegiatan. Selain hal yang saya sebutkan diatas maka ada sikap penting yang harusnya dimiliki oleh seorang murid yaitu menjaga nama baik guru, keilmuan, dan perguruan serta menutup aib mereka.

Salam silat.