Wednesday, October 1, 2014

Menyambi Hidroponik

Hidroponik mungkin salah satu obsesi terpendamku, dari jaman sd dulu ketika praktek menanam diatas kapas dan bisa tumbuh langsung mikir berarti bisa ya menanam tanpa tanah, namanya juga anak sd jadi ya pengetahuannya segitu doang, dulu sempet punya niat masuk smk pertanian, tapi sayangnya dilarang, jadi malah nyasar di jurusan hukum, gak papa sih, toh suka juga.

Ternyata keinginan masuk kuliah pertanian diteruskan oleh adikku, senangnya, paling tidak bisa belajar dari dia tanpa kuliah. hehehe

Adik saya skripsinya kebetulan mengenai hidroponik, saya ikutan praktek jadinya, mulai dari baca data, menyiram, mengukur tinggi tanaman dan menghitung jumlah daun, ngerasa jadi anak kuliahan lagi, hehehe.

Dari praktek tugas akhir itulah saya banyak belajar, bagaimana tanaman bisa tumbuh dengan media selain tanah, ya cara hidroponik yang saya pelajari, mulai dari sistemnya, cara kerjanya, nutrisinya dan perawatannya. Gak belajar banyak, sedikit tapi bermanfaatlah.

Tugas akhir adik saya kemarin menggunakan nutrisi dari limbah air tahu, ternyata air tahunya gak seimbang kandungan unsur mikro dan makronya, hasilnya jadi tanaman kecil dan daunnya kuning tapi hasil tanamannya disimpan dikulkas selama 2 minggu gak rusak dan gak layu. Setelah praktek selesai dan jumlah tanaman masih banyak jadinya saya mulai tambah nutrisi khusu untuk hidroponik, asal saja, tapi tiap seminggu saya naikkan 2xlipat. Kenapa asal soalnya saya belum punya alat menghidung tds dan phnya, hihihi, namanya juga coba-coba.

Tak disangka hasil sayurannya jadi bagus dan wah deh pokoknya, waktu itu yang ditanam adalah caisin
 ini sisa prakteknya, masih keliatankan daunnya menguning, tapi itu sudah lebih baik, tadinya lebih parah dan pendek-pendek, itu setelah dikasih tambahan nutrisi.
ini caisin yang ditanam bareng tapi tanpa tambahan limbah tahu, beda warnakan. (eh ada kangkungnya nyempil)

ini foto hasil sebagian caisin diatas ketika dipanen,
dan ini sisanya, mantap toh, biar sudah lewat masa panennya tapi rasa tidak pahit dan juga ukuran daun besar-besar, ini akar sudah dihilangkan, tapi ketika disimpan disiram air sedikit eh tunasnya mah kearah samping, masih bisa numbuh, bahkan sampai di masukin kulkas masih numbuh, berhenti tumbuhnya ketika dimasak, hehehe.

Hasil panen dibagi ke tetangga dan saudara, sisanya dimasak bersama mie, dimasak agak lama, batang dan daunnya masih kriuk-kriuk, sempat bikin jus juga campur melon dan susu, rasanya jadi kaya jus alpukat, tidak ada rasa pahit dan hanya ada harum melon. Nyoba juga dicampur jus jerus malah aneh rasa dan baunya, hehehe.

Selain tanam caisin tanam kangkung juga, itu foto diatas kangkung usia sebulan, ini hasil panennya
  mantap toh, panjang dan gemuk-gemuk dan tidak alot.

Saya juga sempat menanam melon, sudah berbunga tapi tiba-tiba serangan panas datang, tanaman kepanasan dan daun mengering, lalu hama datang kandas sudah harapan si melon berbuah, hiks. Masih ada sih 2 tanaman melon tapi belum berbunga, harus tambah nutrisi buah tampaknya.

Kangkung dan caisin habis saatnya tanam seledri,
 tadaaa,,, Harum selsdrinya semerbak, itu baru usia 2/3 mingguan (11/9) , ini foto baru saja (2/10)
 
mnatab toh, banyak cabangnya dan seger daunnya.

Saya juga coba-coba menanam kacang panjang


 memang buahnya belum banyak tapi ya harus terus belajar.

Kendalanya dalam praktek hidroponik adalah, saya belum mengerti menghitung ppm dan ph, karena gak punya alatnya, saya juga gak sabar nunggu benihnya bertunas. Coba berbagai cara menyemai yang benar, tapi saya tetap gak sabaran, hehehe, tapi paling cepat ya benih direndam air hangat dulu sebentar, tapi kacang-kacangan sebaiknya jangan direndam diair hangat ya, air hangatnya dikasih garam/micin sedikit, rendam 1/2-12 jam, baru deh dipindah ke media.

Saya menanam di busa, gak pake sekam atau cocopeat, asal lembab ya masih bisa tumbuh, tapi jangan direndam ya, busuk benihnya, hahaha, atau jangan dijemur matahari, bisa-bisa lumutan, tapi masih bisa tumbuh, bersihin aja lumut diatasnya, kalau sama saya benih yang tidak tumbuh saya cek apakah busuk atau tidak, kalau tidak tetap saya taro dimedia dan diberi air nutrisi.

Kalau orang lain menghadapi kendala dalam hidroponik ada hama, kalau saya kucing, anak kucingnya badung banget dah, injek-injek dan tanamannya dibuat mainan. Tapi sempat disemutin tanamannya dan ada kutu arpidhnya, kalau semut sih gak papa, justru karena semut pohon sawo saya jadi manis hasil sawonya.

Sekian, terima kasih, tetap belajar.

No comments:

Post a Comment