Tuesday, January 31, 2017

Mulut tak lagi berbicara

Kau duduk disampingku
Mengihirup udara pagi dalam-dalam
Sesekali mata kita bertemu dalam lirikan mata
Namun kita buang juga pandangan kedepan

Kita hanya duduk,  diam
Tapi hati kita
Berceloteh,  tertawa,  menangis
Bersama

Kita hanya saling lirik lalu diam
Tapi nyatanya mata kita
Berbicara,  meluapkan Cinta,  bahkan kesedihan
Bersama

Kala kita jauh dan tak duduk bersebelahan
Hanya ada kata-kata yang berbicara
Meluapkan perasaan kita
Menggambarkan pikiran kita
Bersama

Mulut kita tak lagi berbicara
Tak lagi saling menyapa
Tak lagi saling membantah
Apalagi menasihati

Mulut kita tak lagi berbicara
Hanya sesekali tersenyum atau tertawa
Hanya sesekali mengerut menahan tangis
Mulut kita tak lagi berbicara

Entah jauh entah dekat
Mulut kita tak lagi berbicara
Hanya ada pandangan mata,  hati dan untaian kata-kata dalam pesan singkat

Kita,  tak mampu lagi saling berbicara
Bahkan mulut kita
Tak lagi bisa saling menyebut nama
Menyebut kata rindu
Menanyakan kabar

Kita tak mampu lagi berbicara

Untuk seseorang yang tak tahu bagaimana pentingnya untuk ku.  YAS
sebuah nama panggilan untuk mengenangmu. Selamanya. YAS
Aku rindu, pulanglah bersamaku

Sunday, January 8, 2017

Punggung laki laki itu

Aku tersadar dari lamunanku
Tidak aku tersadar dari tangisku
Dimalam penuh air mata dan rasa lelah
Aku ingin mati rasa

Langit itu masih langit yang sama
Bintang dan Bulan pun sama
Tapi aku tidak merasa sama seperti dulu

Seseorang berjalan dibelakangku
Memperhatikan tiap langkahku
Aku hanya berusaha tak sadar
Tak mau aku melihat wajahnya

Ia mendekat dan berkata padaku
Tegaklah dikakimu sendiri
Dengan atau tanpaku
Bersama atau tidak denganku
Tegaklah
Tegaklah
Tegaklah

Ingat saat kita melihat bulan
Ingat pula saat kita melihat langit
Atau ingatlah saat kita menginjak bumi
Tegak
Tegak
Tegak

Luruskan pandanganmu
Luruskan hatimu
Biarkan akal yang membimbingmu
Biarkan penyesalan hanya disisiku
Kau tegaklah
Tegaklah
Tegaklah

Laki-laki itu mendahuluiku
Mengangkat kepalanya
Menetapkan tubuhnya
Memastikan langkahnya
Membicarakan kata
Tegaklah
Tegaklah
Tegaklah

Aku melihat punggung laki-laki itu
Yang kadang tak aku sadari
Tapi selalu jadi tempat aku menaruh kepalaku
Punggung laki-laki itu
Cerminan hatiku

Thursday, December 1, 2016

My lost memori

Kami hanya bisa diam,  memastikan apa yang kami liat ini benar,  apa yang kami liat ini benar

Kami ditinggalkan oleh mereka

Seorang adik yang suka membantu, yang suka menghibur hati,  suka berkorban

Seorang kakak yang suka mengingatkan,  yang suka mengayomi dan suka berkorban

Seorang guru yang suka memberi perhatian,  yang suka membantu dan suka berkorban

Kami melihat dikejauhan,  saling pandang singkat dan mendalam,  tau betul apa yg kami rasakan bersama. Lalu dia berbicara,  tak ada lagi dayaku untuk mendengarkannya,  kesal-kesal-kesal.  Sedih-sedih-sedih

Lalu kami duduk bersebelahan,  menangis dalam hati,  meraba perasaan satu sama lain.  Rasa kehilangan kami.  Dan akan semakin jauh jaraknya.

Terima kasih kepada mereka atas semua pengorbanan,  yang tak akan bisa terbayar oleh apapun juga.

Friday, September 9, 2016

Kebiasaan kita

Sakit sebenarnya hal yang wajar,  karena jarang sakit aku menikmati rasanya,  menikmati perhatian dari orang2 sekitarku. Aku menikmati juga tidurku yg penuh kehati2an.

Dulu selalu ada kamu,  memanjakan aku dengan ucapan cepat sembuh dan perhatian lainnya,  tapi kita sudah lama berpisah. Benarkah?

Kau datang dalam mimpiku,  mengurut tanganku yang sakit,  seperti waktu dulu ketika kakiku atau tanganku sakit.  Seperti kakak memberi perhatian kepada adiknya.

Lalu kau datang,  melihatku dan hendak berbicara, tapi aku hendak menangis
Tahan,  tahan,  tahan aku tak bisa lagi menahannya,  aku rindu.

Ah andai selama ini kita tak pernah berpisah

Saturday, July 9, 2016

Andai Doa Bisa Dibatalkan

Pagi tak selalu menjadi hangat
Kadang kala sedingin malam untukku
Ketika sapaan sayang dibalas diam
Sikap manja dibalas sikap acuh
Aku selalu tak bisa menahan gelisah

Sekali sibuk kau bilang
Dua kali kau bilang istirahat
Selanjutnya tak ada berita
Begitukah kita bercerita?

Pagi hingga malam
Sapaan sayang hingga hanya tanda emoticon
Panggilan sayang hingga ucapan nada tinggi
Kau?  Diam dan diam
Tak sadar aku ada

Andai doa bisa dibatalkan
Aku meminta tak bertemu denganmu
Tak jatuh cinta dan peduli padamu
Tak percaya dan berjanji padamu
Tak pernah disentuh hati dan fisik olehmu

Andai doa bisa dibatalkan
Aku tak ingin lagi merasa khawatir
Aku tak ingin lagi merasa marah
Aku tak ingin lagi merasa bersalah
Aku tak ingin merasa sedih

Ya Allah,  apa aku salah membaca tanda-tanda dariMu
Apa aku sebenarnya tak melihat tanda-tandaMu
Apakah aku salah berdoa padaMu
Apa doaku salah?
Apa doaku salah?
Apa hatiku salah?
Apa cintakh salah?

Friday, May 27, 2016

Tak Ada Yang Tau

Sejenak aku mencerna
Siapa dia dan apa artinya
Tak ada yang tahu artinya dia
Bagiku dia itu yang pertama

Cinta pertamaku
Laki-laki keduaku
Orang terpenting ketiga dalam hidupku
Tak ada yang tahu siapa dia

Mungkin dulu ia hanya berangan
Hanya mencoba coba
Hanya mencari seseorang
Seorang kawan
Tak ada yang tahu

Tak ada yang tahu
Aku begitu jatuh hati padanya
Aku begitu aman bersamanya
Aku merasakan ketenangan dalam pelukkannya

Dia yang pertama
Menggenggan tangaku
Memeluk diriku
Merangkul bahuku
Tak ada yang tahu

Dia laki-laki pertama yang menyentuhku
Tepat dihati dan pikiranku
Mungkin ini menjadi masuk akal
Tanpanya aku kehilangan akal
Tak ada yang tahu

Aku ingin terus bersamanya
Aku ingin lebih banyak waktu bersamanya
Aku inginkannya

Mungkin kau juga tak tahu itu