Friday, February 20, 2015

Pria Misterius 3

"Raisa, kenapa kamu tidak mencari pekerjaan lagi, sudah sebulan kamu dirumah saja kan."
"Ya Ma, Raisa coba cari pekerjaan atau bikin usaha mungkin."
"Oh ya usaha apa?"
"Belum tau, sedang memikirkan beberapa masukan dari teman."
" Oh, ya Mama doakan selalu yang terbaik untuk kamu Raisa."
"Ada berita apa hari ini Pa?" Aku melihat Papa pagi ini serius membaca koran.
"Ini ada pengusaha muda, kayanya papa kenal."
"Siapa?" Aku buru-buru mendekatkan diri ke Papa dan ikut melihat koran. Terdekat rasanya melihat foto Raka disitu, dengan tagline, Muda, Sukses dan Siap menjadi Pemimpin. Langsung aku menjauh dari papa dan kembali makan sarapanku.

Sms masuk ke hpku. Lekas ku buka yang ternyata dari Raka, "Bagaimana sudah baca koran hari ini? Semua yg aku raih buat kau saja Mara." Sungguh Raka sangat membuatku tidak nafsu makan. Aku balas sms Raka. "Harta bisa kau cari tapi tidak dengan perasaan kasih dan kepercayaan." Aku tertawa sedikit pastilah Raka marah besar ketika membaca ini.
"Raisa kenapa ketawa-ketawa sendiri?"
"Gak ada apa-apa kok Pa. Ini teman sms sesuatu yang lucu."
Satu pemberitahuan sms masuk. "Tak perlu aku mencari perasaan kasih dan kepercayaan, aku sudah menemukannya pada dirimu."
Tanggapan Raka tak sesuai dengan yang aku harapkan. "Sayangnya perasaan kasih dan kepercayaan sudah kau sia-siakan dahulu, kau kira aku butuh harta nyatanya aku butuh seorang pelindung." Terkirim
Dengan cepat masuk 2 sms sekaligus, "Apalah artinya pelindung tanpa tempat berlindung, tanpa harta, bukan ini yang dulu kau minta?" Aku benar-benar menarik napas panjang, "Aku yakin suatu saat kau pasti yang datang dan minta pertolongan dari ku."
Singkat saja aku balas "Tidak, terima kasih."
Satu lagi sms masuk, "Hai Raisa, apa kabar? Saya Teja, masih ingat?" Teja siapa ini kok tau namaku?
"Maaf Teja siapa ya?"
Raka kembali mengirim sms "Kau pasti datang dan meminta perlindungaku Mara."
Teja sms kembali, "Kau sudah melupakanku? Teja teman kuliah dulu."
Aku ingat sekarang, Teja salah seorang teman di fakultas yang selalu ramah menyapaku. "Ah aku ingat, Teja. Apa kabarmu? Sejak lulus tak ada kabar."
Raka sms kembali, "Kau bisa mengabaikan smsku tapi tidak dengan perasaanmu." Ini Raka maunya apa sih. Segera aku balas, "Ya dulu aku sayang dan percaya padamu, tapi apa, disia-siakan, tak akan ada lagi cerita baru diantara kita. Jangan ganggu hidup saya."
Teja membalas pesanku, "Alhamdulillah baik, pengen ketemu nih, bertukar cerita, kapan ada waktu?" Wah Teja kok tau-tau mengajak bertemu?  "I am free, kapan saja bisa."
"Raisa makan dulu jangan main hp saja." Omel mama.
"Ma hari ini jalan-jalan yuk, boleh ya Pa?"
"Silahkan saja sayang, Papa pergi kerja dulu ya."
Mama dan Papa meninggalkanku dimeja makan.
Satu sms masuk, "Hari ini jam makan siang, biar aku jemput saja kamu gimana? Mau bertemu dimana?"
"Ma, gak jadi jalan-jalan deh, ada yg ngakak jalan." Engah mengapa rasanya senang Teja mengajak bertemu.
"Jemput saja di terminal dekat kampus." Aku segera mengirimnya dan menghabiskan makananku.
Teja tiba-tiba saja menelepon. "Assalammualaikum Raisa, nanti saya jemput kerumah kamu sajalah, saya kebetulan sedang senggang juga, baru balik dinas luar kota jadi libur beberapa hari, gimana?"
"Waalaikum salam, baiklah nanti aku kirim alamatnya ya. Wah sudah jadi orang sibuk ya sering dinas luar kota?"
"Ah tidak juga. Berapa lama kerumahmu dari kampus?"
"Hampir 2 jam."
"Oh ya, segera kirim alamatmu biar saya tidak telat."
"Baik"


DMS

No comments:

Post a Comment