Saturday, January 22, 2011

Management Perguruan Silat Tradisional

Sedikit dulu aku tulis perjuangan agar bisa dateng ke acara FP2STI di Padepokan Silat TMII hari ini. Sebenernya masih ngantuk tapi mesti bangun pagi-pagi sekalian bangunin Rudi biar gak kesiangan (belajar dari pengalaman, kalo janjian ma nih anak suka bangun kesiangan), setelah sarapan langsung caw ke skul tercintaku WD, nyampe sana masih sepi (emang gak ada kegiatan belajar dan mengajar adanya kegiatan remed, ngerjain tugas bareng2 n ekskul doang)untung ditemenin sama Lits(ketua pengurus Sb Tangerang)yang rajin dateng pagi-pagi buat ngerjain tugas n latihan silat. Jam 1/2 9 baru deh jalan dari WD biar gak tau jalan n sempet nyasar di lebak bulus akhirnya nyampe di padepokan jam 10.10. Ada pengalaman lucu tadi, pas di kamar mandi musolah ada bapak-bapak (kayanya sih pelatih suatu perguruan gitu) tiba-tiba nyapa aku "ni dolly yang di sahabat silat ya?"
"Oh..." Bingung plus kaget "Iya."
"Sering baca sih tapi gak pernah nulis, salam kenal aja."
"Oh...iya pak salam kenal juga." Tapi kok malah gak tau namanya ya,,,hehehehe (Pak kalo baca tulisan ini mohon komen ya,,hihihi)

Acara hari ini temanya adalah Management Perguruan Silat
Ini dia ringkasannya....
Pembicara pertama dibawakan oleh Pak Don Basuki dan selanjutnya oleh Pak Sudirman Yan, emang aku gak terlalu perhatiin sih karena ya sudah pernah baca beberapa materinya di beberapa buku pencak silat dulu di SMA.

Perguruan Silat dikategorikan menjadi 3 yaitu
- Tradisional - perguruan tersebut dikelolah secara tradisional dan biasanya didanai sendiri oleh sang guru atau anggotanya.
- Semi tradisional (Kalo pak Don bilangnya semi profesional) - perguruan sudah memiliki perangkat organisasi sederhana seperti ketua, sekretaris, bendahara dan sie.2 bagian lainnya, untuk dana sudah mulai dikelolah dengan baik, dana bisa diambil dari iuran atau mencari sponsor ataupun usaha lainnya (contoh : menjual pernak-pernik silat) tetapi tidak kehilangan sifat tradisionalnya seperti pengajaran dan pengawasan langsung oleh guru dan nilai-nilai lainnya.
- Modern (Profesional) - perguruan pada tingkat ini sudah mengikuti benar-benar sistem keorganisasian dan bertujuan mencari keuntungan

Tahap-tahap pembentukan management perguruan silat
1. Membuat AD/ART dapat melalui musyawarah antara guru dan murid
2. Membuat Program latihan dan jenjang/tingkat pelatihan dapat dibuat pertahun, perdua tahun atau semaunya, paling tidak untuk awalnya adalah menyusun setiap tahapan latihan misal dari teknik dasar kemudian jurus dan aplikasinya
3. Membuat Susunan organisasi bisa dibagi 2 yaitu bagian pengurus untuk mengatur organisasi dan bagian untuk mengurus pelatihan tentu saja penempatan orangnya disesuaikan dengan kemampuan
4.  Ini yang aku rasa tadi tidak dibahas (kalo salah mohon dikoreksi) masalah pengawasan, aku rasa dalam organisasi maupun pelatihan haruslah dipilih seorang atau beberapa orang untuk mengawasi program yang telah dibuat (ditempatku ini yang sering kecolongan kalo gak ada yang ngawas kadang2 pada males latihan dan pelatihan yang diberikan tidak sesuai dengan program latihan, bahkan program tidak jalan sama sekali)
5. Tetapkan masa evaluasi program dapat berupa musyawarah atau berupa kenaikan tingkat
6. Masalah pendanaan - jika sudah dibuat seperti organisasi tentulah seharusnya semua diatur dengan baik seperti ketika mengadakan acara kegiatan diadakan laporan mengenai kegiatan tersebut dan pasti untuk mengurus masalah ini kadang membutuhkan dana, dana bisa didapat dari iuran yang disepakati bersama atau usaha lainnya
7. Jika perguruan sudah memiliki 20 atau lebih anggota setara pelatih / dibawah guru dapat didaftarkan ke IPSI (ditempatku cuma ada 4-6pelatih aktif dan 6 tempat latihan dengan murid sekitar 50an, tetap gak belum bisa daftar IPSI,hehehehe)
8. Bisa juga di sahkan di notaris dengan membentuk yayasan (ini aku pilih terakhir karena pengurusannya agak ribet dan dana tak sedikit)

Ada beberapa masalah yang dibicarakan tadi misalnya ketika ditanyakan apakah suatu gerakan silat dapat di mintakan hak kekayaan intelektualnya? tadi sudah dijelaskan oleh bang Ery, suatu gerakan tidak bisa di mintakan HKI-nya, (alasannya menurutku- karena HKI seperti paten,merek,desain industri dll. bertujuan mencari keuntungan sedangkan pencak silat tidak untuk mencari keuntungan, pencak silat sendiri termasuk dalam budaya atau folklor seperti halnya batik)

Ada satu masalah yang tidak dibahas yaitu sebuah perguruan silat trasional tidaklah memiliki banyak anggota seperti perguruan yang bergerak di jalur prestasi, susunan organisasi sendiri membutuhkan paling sedikit 3 orang  yaitu ketua sekretaris dan anggota. Kadang ketika sudah dibuatnya susunan kepengurusan eh malah kekurangan orang untuk mengisinya, ini yang jadi masalah,,,hihihi (kalo yang ini kejadian diperguruanku)

Kalo pidatonya pak Eddy-gak bisa komentarlah,,,hehehhe

FP2STI punya kepengurusan baru- tapi belom tau tugas n programnya,,,hehehehe

Laporannya kok banyakan curhatnya sih,,,

Ringkasan

3 comments:

  1. boleh juga liputannya...
    yang rajin ya jadi waka biro hukum fp2sti

    ReplyDelete
  2. hah apaan {sambil ngucek-ngucek mata (baru bangun tidur)}...Lha yang nyapa bukan dari Perguruan Aji Rasa? Pak .....

    ReplyDelete
  3. om ochid: hehehe..kemaren malah bnyakan ngobrolnya daripada dengerinnya
    bang wit: siapa namanya? Aku tanya nama n nicknamenya gak dikasih tau

    ReplyDelete