Friday, January 2, 2015

Greenhouse di Cikabayan


Kunjungan Ke Greenhouse di Kebun Percobaan Cikabayan
Bahan dan Metode
Dalam kunjungan kali ini, kami berkunjung ke areal greenhouse yang ada di kebun Cikabayan, disana kami mempelajari tipe greenhouse, struktur kerangka greenhouse, alat yang ada didalam greenhouse, jenis tanaman yang ada di greenhouse, serta media tanam untuk greenhouse.
Hasil dan Pembahasan
a. Pengenalan greenhouse
Dalam konteks budidaya tanaman, pengertian greenhouse adalah struktur lingkungan yang tertutup oleh bahan transparan tembus cahaya dengan memanfaatkan radiasi surya untuk prtumbuhan tanaman. Bangunan untuk produksi tanaman umum disebut greenhouse atau rumah kaca atau rumah tanaman. Istilah terakhir muncul sejak pembangunan greenhouse tidak lagi menggunakan kaca, tetapi juga plastik dan fiberglass dengan alasan teknis maupun ekonomi.
Rumah kaca umumnya dibangun di wilayah subtropis dan wilayah dengan empat musim. Bangunan ini diperlukan agar kegiatan bercocok tanam dapat dilakukan ketika temperatur cuaca mematikan bagi tanaman pertanian. Green house merupakan alat pelindung tanaman secara tertutup dari bahan yang terbuat dari plastik atau bahan lainnya berbentuk kasa maupun bahan berlubang, yang mana bahan tersebut diletakkan menyelubungi suatu bahan tanaman dengan ketinggian tertentu sehingga diperoleh iklim basah dan hangat serta bebas dari stress yang menyebabkan pertumbuhan tanaman.
b. Bentuk greenhouse
Di Kebun Percobaan Cikabayan terdapat 26 Greenhouse. Untuk greenhouse no. 8 di Cikabayan, atapnya dinaikkan setinggi 75 cm, hal ini bertujuan untuk menurunkan suhu, yakni sebesar kurang lebih 60C. Harga satu bangunan greenhouse mencapai Rp 500.000.000. Bangunan greenhouse di Kebun Percobaan Cikabayan tersusun linear. Hal ini sebenarnya tidak baik karena sirkulasi udara tidak optimal. Seharusnya greenhouse tersusun zig-zag agar angin dapat bersirkulasi dengan baik. Suhu di dalam greenhouse lebih tinggi dibandingkan dengan suhu lingkngan. Hal ini disebabkan karena perubahan radiasi surya yang asuk (gelombang pendek) yang memanaskan permukaan dalam greenhouse dan selanjutnya permukaan dalam greenhouse memancarkan kembali dalam gelombang panjang. Oleh atap greenhouse gelombang pajang ini tidak diteruskan, melainkan dipantulkan kembali ke dalam greenhouse.
Di kebun percobaan Cikabayan terdapat dua jenis bangunan greenhouse, yaitu single pan dan single pan connecter. Untuk daerah tropis, jenis single pan sangat dianjurkan karena panas di dalam greenhouse tersebar merata. Greenhouse di Kebun Percobaan Cikabayan berukuran 8 m X 20 m. Teknologi greenhouse yang ada disana sudah sangat moderen. Semua terkontrol secara otomatis.
c. Komoditi tanaman
Tanaman yang dibudidayakan didalam greenhouse ini adalah tanaman tomat, mangga, dan jambu air. Ketiga jenis komoditi ini amat digemari oleh masyarakat Indonesia.
d. Budidaya dalam greenhouse
Dalam budidaya Greenhouse faktor kebersihan merupakan hal yang utama, sebab jika kebersihan dari tanaman tersebut tidak terjaga, maka dikhawatirkan serangan patogen dapat menyerang tanaman dan greenhouse tidak dapat digunakan untuk budidaya tanaman.
e. Drip Irrigation dan pemupukan
Pada pemupukan dan penyiraman 200cc/hari dengan menggunakan alat emitter yang berupa saluran yang meyemprotkan air dalam jumlah yang sama. Dan pada greenhouse ini terdapat kipas angina yang cukup besar berfungsi untuk menurunkan suhu dan menaikkan Rh (kelembaban). Sementara itu, pada greenhouse yang ada pada no. 7 terdapat dua tangki air dan dua tangki pupuk, proses pencampuran air dan pupuk meliputi :
1. Air masuk kedalam sand filter, yang berfungsi untuk memisahkan kotoran/logam-logam kecil sehingga tidak berpotensi untuk meracuni tanaman.
2. Dilanjutkan kepada proses disk filter (kumpulan piringan)
3. Solenoid
4. Fertilizer inductor
5. Apabila tekanan masuk dan keluar sama sehingga filter selalu dalam keadaan bersih.
Greenhouse yang dibangun di wilayah tropis umumnya tidak melindungi tanaman dari temperatur udara luar. Hal ini karena konstruksi tembok yang tidak kedap udara dan atap yang berventilasi, memungkinkan udara panas naik dan keluar dari greenhouse. Namun greenhouse ini dapat melindungi tanaman dari hujan dan serangan hama.
f. Syarat Greenhouse di daerah tropis
Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi bila kita bermaksud mendirikan green house didaerah tropis. Hal ini sangat erat kaitannya dengan investasi, pertimbangan pemasaran, pengadaan sarana produksi, infrastruktur serta industri pengolahan dan pemasarannya.Sehingga pembuatan green house ini tidak bisa dilakukan sembarangan tanpa pertimbangan.
Adapun beberapa lokasi ideal yang dapat dijadikan tempat green house harus memenuhi beberapa kriteria diantaranya :
1. Intensitas cahaya matahari yang cukup tinggi pada musim hujan,
2. Suhu yang cukup dan mendukung, dalam arti tidak terlalu panas juga tidak terlalu dingin,
3. Dekat dengan pusat keramaian/pasar,
4. Dekat sumber air yang baik dan cukup sepanjang tahun,
5. Dekat dengan instalasi listrik,
6. Tempatnya harus datar tidak boleh mempunyai kemiringan
7. Tanah yang digunakan merupakan tanah yang tidak bergerak dan terakhir
8. Dekat dengan sarana penunjang seperti kantor, laboratorium, jalan besar (mudah dijangkau kendaraan) untuk mempermudah pengawasan dan penggunaannya.
Tipe Green House
Type green house untuk daerah tropis dibedakan berdasarkan bentuk bangunan atau desainnya. Bentuk atau desain ini selain berpengaruh pada kekuatan struktur juga sangat berpengaruh pada kondisi mikroklimat di dalam green house. Secara umum desain green house untuk daerah tropis berbeda dengan desain di daerah empat musim maupun subtropis. Kecuali, desain green house yang memang dibuat khusus seperti untuk penanaman planlet, induksi akar atau pembuatan stek.
Pada dasarnya greenhouse dapat dibagi ke dalam 3 type, yaitu :
1. tipe tunnel
2. tipe piggy back
3. tipe multispan.
Masing – masing tipe dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Tipe Tunnel
Tipe ini dari depan tampak seperti lorong setengah lingkaran. Kelebihannya adalah memiliki struktur sangat kuat. Atapnya yang berbentuk melengkung kebawah merupakan bentuk yang sangat ideal dalam menghadapi terpaan angin. Sementara struktur busur dengan kedua kaki terpendam ketanah memegang bangunan lebih kuat. Kelemahan dari tipe ini adalah minimnya system ventilasi. Jika digunakan pada daerah tropis dibutuhkan alat tambahan berupa exhaust fan atau cooling system untuk mengalirkan dan menurunkan suhu udara di dalam green house.
2. Tipe Piggy back
Green house tipe ini banyak digunakan di daerah tropis, dapat dikatakan tipe ini adalah tropical green house. Keunggulan tipe ini pada ventilasi udara yang sangat baik. Banyak memiliki struktur bukaan , sehingga memberikan lingkungan mikroklimat yang kondusif bagi pertrumbuhan tanaman. Selain memiliki keunggulan, banyaknya struktur bukaan j merupakan kelemahan dari tipe ini. Pada daerah dengan tiupan angin yang kuat green house tipe piggy back kurang disarankan. Karena dengan banyaknya struktur terbuka menyebabkan struktur rentan terhadap terpaan angin. Selain itu dari segi biaya dengan penggunaan material atap sama, greeen house type ini relatif lebih mahal dibanding type lain karena penggunaan material struktur lebih banyak.
3. Tipe Campuran ( Single span dan Multispan )
Desain tipe ini boleh dikatakan adalah campuran antara tipe tunnel dengan tipe piggy back. Dari desainnya terlihat tampak, bahwa tipe ini seakan – akan paduan (hybrid) antara tipe tunnel dengan tipe piggy back. Karena itu, maka tipe green house ini memeliki kelebihan dari tipe tunnel dan tipe piggy back, yaitu strukturnya kuat tetapi tetap memiliki ventilasi yang maksimal.
Kelebihan lain dari tipe ini adalah beberapa unit green house (Single Span) dapat disatukan menjadi satu blok green house besar (Multispan) dimana hal ini sulit dilakukan pada green house tipe tunnel. Dibandingkan tipe piggy back, selain struktur lebih kuat biaya pembuatan tipe campuran ini lebih hemat. Sehingga pada bidang kegiatan yang membutuhkan green house luas, maka type multispan adalah type yang paling sesuai.
g. Perbandingan greenhouse di Cikabayan dan berdasarkan literature
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya ditas bahwa jenis bangunan greenhouse yang ada di Ckebun Cikabayan, yaitu single pan dan single pan connecter. Untuk daerah tropis, jenis single pan sangat dianjurkan karena panas di dalam greenhouse tersebar merata. Disisi lain, ada bangunan greenhouse di Kebun Percobaan Cikabayan tersusun linear. Hal ini sebenarnya tidak baik karena sirkulasi udara tidak optimal. Seharusnya greenhouse tersusun zig-zag agar angin dapat bersirkulasi dengan baik. Suhu di dalam greenhouse lebih tinggi dibandingkan dengan suhu lingkngan. Hal ini disebabkan karena perubahan radiasi surya yang asuk (gelombang pendek) yang memanaskan permukaan dalam greenhouse dan selanjutnya permukaan dalam greenhouse memancarkan kembali dalam gelombang panjang.
Desain green house daerah tropis ditandai dengan banyaknya bukaan ventilasi. Karena problem utama dari green house di wilayah tropis adalah suhu udara yang terlalu tinggi akibat radiasi sinar infra merah. Sebaliknya pada daerah sub tropis maupun daerah empat musim desain green house lebih tertutup. Bukaan yang minimal ini dibuituhkan karena pada saat musim dingin udara hangat akibar radiasi infra merah dipertahankan tidak keluar. Jadi desain sebuah green house sangat penting untuk pertumbuhan tanaman. Bagaimana sebuah green house dapat memberikan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan tanaman terletak pada desainnya. Beberapa keunggulan dari penggunaan green house ini antara lain :
1. Tanaman dapat berproduksi secara kontinyu dan berkesinambungan sepanjang tahun. Hal ini disebabkan pada green house kita dapat mengatur suhu, kelembaban, tekanan udara maupun pH sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan crop. Hal ini berkaitan dengan subsistem yang berkelanjutan dalam agribisnis yaitu pengolahan/agroindustri maupun pemasaran dimana dengan produksi yang kontinyu maka pasokan ke pasar maupun industri selanjutnya pun bisa terpenuhi juga.
2. Penggunaan air, pupuk maupu pestisida lebih efisien, baik dalam dosis penggunaan, waktu maupun tempat. Karena kita menggunakan polybag yang tentu sangat efektif dalam penggunaan pupuk, air dan pestisida.
3. Resiko tanaman terserang penyakit menjadi lebih kecil karena lingkungan dalam green house sendiri secara langsung maupun tidak telah terlindung dari lingkungan luar. Meskipun investasi/biaya yang harus dikeluarkan untuk mendirikan green house memang cukup besar, tetapi untuk jangka panjang maka green house sangat menguntungkan sebab kita mampu memproduksi tanaman import didalam negeri atau kita mampu memproduksi tanaman sayuran, buah, bunga dan hias diluar musim sehingga kita mampu menenuhi kebutuhan sayuran dan buah-buahan segar kepada supermarket secara rutin dan kontinyu. Implikasinya dalam jangka panjang kita akan mendapatkan keuntungan berlipat ganda.
3. Kesimpulan dan saran.
Pada kunjungan praktikum ke greenhouse yang ada di Cikabayan kali ini dapat memberikan pengetahuan yang amat berarti bagi kami. Kami dapat mengetahui struktur bangunan greenhouse yang terintegrasi dengan baik serta bagaimana hubungannya dengan suhu dan kelembaban, semuanya kami pelajari disini. Namun, pada beberapa greenhouse yang ada dikebun ini, kerapihan dan kebersihan greenhouse masih terlihat kotor, harapan untuk kedepan, greenhouse yang ada dikebun Cikabayan ini dapat dibersihkan agar dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi yang lain.
Daftar Pustaka
Esmay, M.L. and J.E. Dixon. 1986. Environment Control for Agricultural Buildings. AVI Publishing Co., Inc. Westport, Connecticut.
Hanan, J.J., W.D. Holley, and K.L. Goldsberry. 1978. Greenhouse Management. Springer-Verlag. Berlin, Heidelberg, New York.
Kader, A.A. 1992. Postharvest Technology of Horticultural Crops. Publication 3311. University of California. Amerika Serikat.
Rokhani, H. 2009. Pengendalian Lingkungan Dalam Bangunan Pertanian. Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Institut Pertanian Bogor.
USDA Agric. 1976. Handbook No 66. Commercial Storage of Fruits, Vegetables, and Florist and Nursery Stocks. USDA, Amerika Serikat.
http://wahyuagh45.blogspot.com/2010/06/greenhouse-di-cikabayan.html?m=1
Dolly Maylissa

No comments:

Post a Comment