Thursday, February 17, 2011

Jalan-jalan di Seminar "PENCAK SILAT TRADISIONAL DALAM PERSPEKTIF SEJARAH DAN BUDAYA

Karena belum sempat membaca makalahnya jadi ya sekedar ajalah.

Indonesia memang tampaknya sudah sangat dekat dengan istilah JAM KARET, acara pukul 9.45 tapi pukul 10.00 belum mulai juga. Wah sangat sungguh disayangkan, ujung-ujungnya ya berimbas pada isi seminarnya, setiap baru mau seru eh malah dibatasi waktu, ckckck...

Pembukaan seminar ya biasalah sambutan-sambutan dari wakil panitia, ada 2 perwakilan dari Kampus UI, kemudian bapaknya pesilat2 giliran memberikan sambutan siapa lagi kalau bukan pak Eddy M.N.. Tetap dalam setiap kata-katanya beliau mengajarkan untuk selalu rendah hati bukan rendah diri ya, berusaha membangun pencak silat dari usaha sendiri jangan nungguin orang lain tapi ada satu yang menarik perhatian saya, ada nama seseorang yang disebut di sela-sela sambutannya yaitu om Iwan Setiawan. Rupanya Pak Eddy ini sangat mendengarkan apa yang diucapkan pendekar ini, dengan kata-kata "Kata iwan pesilat itu jangan rendah diri" hehehe... terbukti pas keluar seminar yang di cari ya orang yang satu ini.

Masuk ke seminarnya, pembicara pertama adalah Dr. Hasan, salah seorang dosen FIB yang berbicara sedikit tentang sejarah silat, bagaimana teori-teori tentang munculnya pencak silat di Indonesia, tentang penggambaran-penggambaran gerakan-gerakan beladiri di dinding candi maupun berbentuk arca. Lanjut oleh pembicara kedua yaitu bang Edwin yang berbicara bagaimana mempelajari silat yang melalui 4 tahapan, sayang di cut waktu. Eh tau-tau Iko uwais bersama Jane Shalimar datang dan duduk di samping gw (tara,,,biasa aja ya rasanya ketemu idola,,,beda rasa ketemu guru silat,,,wkwkwkkw). Setelah pembicara menyampaikan materinya mulailah banyak yang bertanya, mulai dari orang awam silat, penulis novel silat sampai pelatih-pelatih silat mulai bertanya. Seru bagian yang ini.



Masuk ke bagian akhir langsung membahas tentang IBING PENCAK yang dijelaskan oleh pak Gending. Ia menjelaskan bahwa ibing pencak bukanlah tari pencak, ibing pencak memang dirancang untuk pertarungan dan diiringi musik adalah untuk memberi spirit atau roh pada gerakan-gerakan itu agar terlihat lebih bertenaga dan lebih menarik sedangkan tari pencak adalah tari yang ada unsur pencaknya tapi hanya untuk seni saja tidak ada unsur perkelahian. Kemudian ditampilkan sedikit tentang ibing pencak walau hanya jurus dasar tapi ketika diiringi musik maka akan lebih terasa hidup gerakan-gerakan jurus dasar tersebut.

Saat istirahat saya sempatkan duduk di stan FP2STI yang isinya barang dagangan, hahaha,,, tapi yang membedakan adalah orang-orang yang nungguin tuh stan. isi otak merekalah yang membuat stan ini hidup contohnya om iwan setiawan, dengan santainya ia menjelaskan ciri-ciri kujang dan golok dari beberapa daerah (mana ada kuliah kaya gini). Disebelah stan FP2STI ada stan asuhannya bang Deddy Irmawan yang isinya berbagai macam senjata.

Acara selanjutnya adalah atraksi silat. heboh yang satu ini awal info ada 10 perguruan tapi ujung-ujungnya makin bertambah. lupa urutannya tapi ada
-
-
-
- Silat Sera Jasing
- Gerak Gulung Budi Daya
- Paseban
- Garis Paksi
- Silat kumango
- Silat Harimau
- Tiga berantai
- Gerak rasa
- Silat Bandrong
- Silat sibelatok
- Cingkrik rawa belong
- Cingkrik pak bambang
- Silat si bunder
- ibingan dari k Emma Margaluyu menutup acara

Apalagi ya? Lupa...gara-gara ditengah atraksi ada yang nelpon gak taunya bang ahmad dari sinlamba yang ngajakin ketemu bang iko,,,hehehe Piss ah kalo yang ini

ini ada anak sb nampang minjem senjata pajangan
ada foto isengku juga,,,hahahaha,,,sekali-kali nampang bolehlah,,makasih bang deddy udah di fotoin

No comments:

Post a Comment