Wednesday, April 16, 2014

PENCAK SILAT PRESTASI, HANYA SALAH SATU JALAN MENGENAL PENCAK SILAT YANG SESUNGGUHNYA

Pencak silat prestasi, itulah sebutan bagi pencak silat yang dipertandingkan di gelanggang. Pencak silat prestasi dikemas dengan tujuan memenuhi aspek olahraga dan untuk lebih mengenalkan pencak silat kepada masyarakat, mengenalkan pencak silat secara keseluruhan.

Saya belajar pencak silat tradisional sejak tahun 2003, dari awal belajar saya tidak berminat mengikuti pencak silat prestasi tapi saya tidak alergi terhadap pencak silat prestasi. Saya juga beberapa kali menonton pertandingan silat, bukan bertujuan untuk mempelajari tekninya saja, tapi menikmatii dan memahami bagaimana teknik pencak silat tradisional bisa dikemas sebagai olahraga yang bisa dilakukan siapapun dengan umur berapapun serta menjadi hiburan yang menarik.

Sekitar tahun 2006 saya mulai mencari informasi silat melalui internet, kenapa internet? karena disanalah jarak bisa diperpendek sampai sejangkauan tangan. Di internet saya menemukan macam-macam karakter pesilat, dari guru yang serba tau tapi rendah hati, bahkan menemukan juga guru yang bersikap sebaliknya, ada juga yang mengaku-ngaku bisa pencak silat dan mahir tanpa ada yang mengajari, ada juga pesilat muda yang baru belajar 3 bulan atau baru sekali menang pertandingan bahkan sampai ada yang sudah menang dibanyak pertandingan tapi sombongnya luar biasa. Yah itulah dunia maya, kadang memperlihatkan sesuatu yang didunia nyata tak terlihat.

Sekitar tahun 2007-2008, Facebook mulai populer, penggunanya meningkat tiap harinya. Apa hubungannya dengan silat? Hubungannya adalah banyak pesilat yang mempunyai akun FB dengan tujuan yang bermacam-macam, mulai dari cari teman sesama pesilat, cari ilmu, cari musuh, sampai cuma cari gara-gara. Di facebook pun lebih terlihat apa yang ada di pikiran para pesilat, terutama pesilat muda yang sepertinya salah jalan. Kenapa saya sebut salah jalan? Karena mereka menganggap pencak silat prestasi berada diatas silat tradisional. Entah ini saya yang salah paham, atau memang saya yang tidak paham. 


Saya sering mengobrol dengan beberapa orang pelatih, pemikiran mereka terbuka soal pencak silat prestasi dan pencak silat tradisional tapi entah itu pemikiran dari awal mereka belajar pencak silat atau karena sudah lama belajar silat. yang pasti saya merasa kasian sama pesilat yang menganggap kalau pencak silat prestasi itu segalanya, pencak silat prestasi kan ada batas umurnya dan tidak semua bisa jadi pelatih.


Beberapa tahun lalu saya pernah di tandai pada sebuah video mengenai pembuatan jurus tunggal oleh beberapa guru silat tradisional, jika pesilat jeli pasti bisa melihat karakter berbagai macam silat di jurus tunggal. Disitu dengan jelas kalau yang ada di video itu guru-guru silat dari berbagai aliran, apa perlu hal itu ditunjukkan kepada pesilat-pesilat muda penggila silat prestasi bahwa apa yang mereka pelajari apa yang mereka pertandingkan adalah hasil karya guru-guru silat tradisional?


Tendangan, pukulan, teknik bantingan, cara melangkah gerak badan, sasaran serang, semuanya serba terbatas dalam pencak silat prestasi. Ya memang disengaja seperti itu karena silat prestasi hanya salah satu jalan mengenalkan pencak silat yang sesungguhnya, pencak silat tradisional. Seorang pesilat harusnya bisa melihat keadaan yang berbeda di dalam dan diluar gelanggang, jika teknik terbatas buat apa terdapat berbagai perguruan? Jika teknik terbatas maka dimanakan ke3 aspek lainnya dalam pencak silat? Jika teknik terbatas maka mengapa banyak orang luar negeri yang tertarik belajar pencak silat?


Jawabnya hanya satu, Pencak silat prestari hanya secuil dari silat tradisional, hanya salah satu jalan mengenalkan masyarakat pada pencak silat tradisional.


Saya tidak menyalahkan orang yang mengabdikan diri dijalan pencak silat prestasi, tapi saya menyalahkan pemikiran orang yang mengagung-agungkan pencak silat prestasi.

No comments:

Post a Comment