Tuesday, September 7, 2010

Internet Masuk Desa

Sekali lagi saya ingatkan kepada pembaca bahwa ini bukanlah penelitian tetapi hanya pengalaman...

Ingat saya ketika masih berusia 4 atau 5 tahun, disini, tempat selama seminggu saya akan bertempat tinggal, tepatnya di desa kepoh baru, bojonegoro, belum ada listrik. Tiap malam hanya menggunakan lilin dan lampu minyak sebagai penerangan. Untuk anak seperti saya yang lahir dikota dengan berbagai fasilitas seperti televisi dan kipas angin hal tersebut sangat menyiksa, tiap malam hanya langit sebagai hiburan, mendengarkan orang tua-orang tua bercerita dan bersenda gurau. Beberapa tahun kemudian barulah ada program listrik masuk desa, sangat senang tentunya hati saya, tapi tetap saja saya tak bisa menikmati tayangan-tanyangan televisi karena mbah saya tak punya televisi. jangankan televisi, rumah saja masih terbuat dari bilik, tapi saya tetap menikmatinya.

Ketika saya berumur 15 tahun, pertama kalinya saya mempunyai handphone. sangat sulit mendapatkan sinyal, saya harus keluar desa untuk mendapatkan sinyal bahkan lebih baik menggunakan jasa wartel.

Beberapa tahun kemudian barulah didirikan tower untuk sinyal. Tentunya masih belum sebagus dikota, saat itu hanya ada 2 provider saja yaitu simpati dan mentari. yah nikmati sajalah namanya juga sedang berpetualang.

Nah sekarangnih tanggal 7 Sep 2010, barulah tampak sinyalnya begitu bagus sehingga bisa internetan di desa ini. Mungkin ini salah satu program INTERNET MASUK DESA.

No comments:

Post a Comment