Friday, September 10, 2010

Mudik Lebaran

Mudik, Sebuah ritual yang dilakukan pada hari raya keagamaan, mungkin awalnya hanya dilakukan oleh umat muslim karena merasa dalam keadaan bahagia haruslah bersama keluarga dan bagi umat muslim ada anjuran untuk menjalin tali silaturahim, ditambah orang Indonesia sangat membagakan tanah kelahirannya.

Hal itu juga selalu dilakukan oleh keluargaku, selain menjalin silaturahmi yang sedikit renggang karena terpisah oleh jarak tapi juga sebagai sarana wisata dan berbagi antar sesama keluarga. Keluargaku selalu melakukannya setiap 2 tahun sekali dan selalu membawa cerita. oke kali ini akan kembali bercerita.

Peri dari Tangerang sekitar pukul 7 malam, lumayan sepi perjalanan kali ini, tapi baguslah bisa ngebut n balap-balapan, maklum si papa emang hobi otomoti ditambah anaknya gak ada yang takut kalo diajak ngebut. Jam 2 siang udah sampe di Bojonegoro. Asik...

Hari pertama biasalah, setelah istirahat sejenak dan mengisi perut pergi ke kali, ternyata yang biasa gak ada airnya kali ini airnya banyak dan bersih, oke selanjutnya ya pasti maen di kali.

Hari Kedua, rencananya sih Jean/adik ke-2ku dan sepupu mau mancing tapi eits berubah rencana tiba-tiba akhirnya cuma nebar racun di kali dan ujung-ujungnya malah pada berenang dan foto-foto.



Hari Ketiga,cuma masak doang oy. Gara-gara ibu-ibunya pada kepasar trus pas pulang malah pada molor jadinya aku ikutan ribet di dapur deh, tapi gak papa aku sangat menikmatinya dengan keadaan dapur yang minim fasilitas tentu menjadikan aku, tante dan sepupuku menjadi kreatif, bayangkan saja aku mengiris pepaya muda yang akan digunakan untuk sayur diatas piring dan di balik parutan kelapa, kemudian karena banyaknya pekerjaan kami jadinya kelapanya bukan diparut malah di blender, masak air sekalian bakar ubi di tungku yang masih pake kayu bakar. Hebat mana ada dikota yang kaya gini.

Hari Keempat,LEBARAN...setelah pagi solat eid langsung deh cari sarapan baru maaf-maafan,,,hehehehe
Gak cuma sekitar rumah mabah aja maaf2annya tapi sampai jauh ke plosok alias kampungnya alm.mbah lanangku di Gampeng.

Nah mulai nih banyak cerita menarik.
Jadi ceritanya tempat tinggal mbahku yang sekarang ini bisa dibilang tempat para bakal penyamun, disana terdapat 2 perguruan besar yaitu PSHT dan Pagar Nusa. Memang mungkin dulunya ada rasa persaingan perebutan murid atau wilayah tapi saat ini seperti yang aku dengar dari pak deku dan cerita orang-orang disana bahwa para pemudanya sudah tak punya lagi rasa kemanusiaan bayangkan saja hanya karena masalah kecil mereka tak segan membunuh bahkan yang lebih sadisnya lagi mereka ada yang mencungkin mata korbannya dan ada pula yang mengiris-iris bagian tubuh korbannya, sungguh laknat orang-orang tersebut, selain itu dari cerita yang aku dengar, bila diantara orang tua mereka melarang mereka melakukan sesuatu maka mereka tak segan untuk menghabisi nyawa orang tua mereka. Aku tak habis pikir sebenarnya apa yang diajarkan kedua perguruan itu sehingga mereka menjadi begitu brutal maka paslah sebutanku untuk mereka, BAKAL PENYAMUN. Beberapa tahun lalu aku bersemangat mencari informasi perguruan apakah yang terdapat disana di desa Kepoh Baru, bojonegoro. Sempat aku melihat plang besar memasuki sebuah desa yang bertuliskan PSHT tapi kemudian setelah aku pulang dari wisata ternyata plang itu sudah tidak ada, aku jadi bingung apakah hal itu benar terjadi, ternyata ketika aku pergi terjadi bentrok antara PSHT dengan PN didepan kantor polisi katanya sampe golok-golokan segala, hingga saat ini para biang keroknya masih berada di kantor polisi. Wah gak ada habisnya deh kalo cerita tentang yang satu ini.

Lanjut tentang lebaran tahun ini, setelah salam-salaman sama keluarga besar kami menuju makam, tak ada lagi kesedihan karena meninggalnya orang yang begitu dekat dihati kami, kami ikhlas melepasnya pergi. Hem...gara-gara mama nanya siapa nama kakek buyutku ke mbahku nah mulai deh jadi adegan lucu, dengan mengangkat tangan keatas mama bilang kalo kita keluarga Astro Boy...(aslinya sih Singo Astro tarso)nah pada ngakak dah dikuburan eh malah foto-foto. Sehabis dari makam kembali pulang kerumah mbah untuk istirahat sebentar dan melanjutkan perjalanan ke rumah mbah...(gak tau namanya)sempet foto-foto juga disana, huh emang dasar narsis.


Akhirnya kami semua sepakat pergi ke gampeng, si papa kekeh mau pergi naik mobil barunya, akhinya ditengah perjalanan yang rusaknya minta ampun moil papa hampir perperosok ke sawah, untung aja bisa diangkat lagi. suasana disana emang sangat panas tapi cukup menikmatinya apalagi ketika ziarah ke makamnya orang tua dari alm.mbah lanangku. Karena panas dan jalan yang berliku mulai deh perut keroncongan yang ujung-ujungnya pada makan bakso di Babat, sampe menghabiskan 31 mangkok dari 25 yang ikut,,,gila dah.

Hari kedua lebaran, ternyata makanan dirumah udah gak ada yang tersisa katena tamu terus datang. Ya makan bakso lagi deh.

Minggu diputuskan akan berangkat ke yogja sekedar maen-maen, lewat ngawi yang jalanya lebih dari puncak dan sumpah di yogya emang kota kurang kerjaan kali ya bangjo alias lampu merahnya banyak banget, lama banget dah jadinya, udah mobil ngadat gara-gara bensin oplosan. bayangin dong erangkat ke jogjatuh jam 6 pagi dari kepoh baru sampe sana jam 5 sore yang harusnya cuma 4 jam,,,ckckcckck...sehabis makan belanja dah ngabisin uanga THR karena jam 8 sudah mulai hujan makanya langsung meneruskan perjalanan lewat kebumen, sama macetnya, huh..., kasian papa udah ngantuk berat.

Setelah jam 12 istirahat di Kebumen sampai jam 2 baru lanjutkan perjalanan, jam 6 pagi udah sampe di tol kanci, nah udah mulai pisah nih rombongan.hehehhe

No comments:

Post a Comment