Friday, September 16, 2011

Amarah

Pernahkah anda merasa begitu lesal dan begitu marah? Saya rasa pasti sering sekali.

Saya sebenarnya adalah seorang gadis yang mudah marah, yang jika sudah merasa sangat tidak suka dan sangat marah pasti saya bika bersikap sangat kurang ajar, seperti berkata-kata kotor, berteriak bahkan berlaku kasar seperti membanting pintu dan menggebrak meja bahkan pernah saya menendang meja.

Ya saya memang seorang pemarah tapi saya juga suka berpikir, maksudnya ketika saya merasa marah saya tiba-tiba berpikir apakah hal yang saya tidak suka itu harus dipeekarakan atau tidak, saya harus mengambil tindakan atau tidak, ya seperti itulah kira-kira saya.
Saya rasa anda juga begitu.

Saya akan membahas bagaimana perlunya berpikir sebelum marah menurut pendapat saya.

Marah itu mudah tapi setelah marah itu yang sulit, anda sulit bersikap seperti biasa, anda sulit berbicara jujur, anda sulit tersenyum bahkan tentunya ada akan sulit meminta maaf.

Pengalaman saya ketika sma, saat sedang belajar di pelajaran akhir tiba-tiba saja teman-teman sekelas ramai bercanda-canda dan lempar-lemparan kertas, saya memperingati mereka untuk lebih tenang dan saya masih tersenyum saat itu tapi keributan berlanjut dengan adegan kejar-kejaran beberapa orang akhirnya saya merasa sangat terganggu dana tanpa peringatan, brak, saya tendang meja saya hingga jatuh dan semua buku saya berantakan lalu saya keluar begitu saja. Hening tiba-tiba, mereka kembali ketempat duduk mereka dan diam, tak ada yang mengembalikan meja saya ke posisi semula dan membereskan buku saya, setelah cuci muka dan menenangkan diri saya berpikir tentang apa yang saya lakukan itu, entah benar atau tidak, saya memutuskan kembali ke kelas dan meminta maaf kepada semuanya dan membereskan meja serta buku-buku saya. Setelah kejadian itu saya sulit bersikap dihadapan mereka.

Pernah juga suatu ketika sahabatku yang biasanya selalu mengerti apa yang aku rasakan tiba-tiba berubah jail dan sangat membuat kesal, dan tiba-tiba keluarlah dari mulut saya kata-kata kotor padanya di hadapan sahabat saya yang lainnya dan dihadapan yunior silat saya. Apa yang saya lakukan? Saya terdiam dan langsung meminta maaf kepada sahabat saya, tapi setelah itu tetap saja ada jarak yang tercipta seketika itu juga.

Sebenarnya banyak sekali pengalamanku tentang amarah, tapi yang ada adalah hatiku terasa sakit, merasa bersalah dan kecewa sendiri

Bangaimana dengan kalian,apa yang kalian rasakan ketika dan setelah marah?

Saya sebenarnya tak ada keinginan menyakiti diri sendiri dan orang lain dengan amarah tapi saya manusia, tempatnya salah.

Terkirim dari hp Android butut punya D01LY
d01lymay.blogspot.com

No comments:

Post a Comment